Kepada Para Aktivis Dakwah: Jadilah Legenda!

6 November 2010
Dakwah, adalah pekerjaan kita bersama. Sebuah proyek besar yang merupakan kelanjutan dari pekerjaan para legenda pendahulu kita. Sebuah proyek yang memiliki satu visi yang jelas: mengubah dunia ke arah yang lebih baik.
            Dakwah, bukan pekerjaan sembarangan. Tapi dakwah adalah pekerjaan yang luar biasa. Dakwah adalah sesuatu yang besar. Pengaruhnya tidak pernah sedikit selama lintasan zaman. Semenjak Nabi Adam menyeru kepada anak-anaknya, Nabi Nuh kepada kaumnya, Nabi Ayyub kepada isterinya, Nabi Musa kepada Fir’aun dan pengikutnya, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada seluruh manusia.
            Perjalanan dakwah tidak pernah mudah, selalu ada batu penghadang yang terjal atau pun licin. Tetapi dengan dakwah, kita akan dimudahkan oleh Allah.
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu
(QS Muhammad: 7)
            Tidakkah kita mau menjadi penolong agama Allah?
            Tidakkah kita ingin mengukirkan tinta emas dalam lintasan sejarah dunia?
            Tidakkah kita ingin menunjukkan pada dunia,
            “inilah kami, para penolong agama Allah! Menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan menolak yang munkar!”
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung
(QS Ali Imran: 104)
            Tidakkah kita ingin melanjutkan pekerjaan mereka? Pekerjaan para legenda yang membuat nama mereka harum hingga sekarang.
            Mengapa nama Mush’ab bin Umair, Mu’adz bin Jabal, Abu Dzar al-Ghifari, Imam Malik, al-Izz bin Abdussalam mampu melegenda hingga sekarang? Karena mereka berdakwah.
            Jalan dakwah, adalah jalan yang panjangdan berliku-liku. Bermula semenjak kehidupan berawal hingga akhir zaman.
            Sadarkah? Jalan inilah yang membuat Nabi Nuh rela kehilangan anaknya, Nabi Ibrahim dibakar, Nabi Yahya dipenggal, Nabi Musa jadi buronan, Nabi Isa dikejar-kejar, hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam nyaris terbunuh.
            Tetapi ingatkah kita? Jalan inilah yang membuat para nabi dan penerusnya mulia, terangkat derajatnya, dan menjadi legenda!
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah...
(QS Ali Imran: 110)
Wallahu a’lam

Artikel Terkait



1 komentar:

  • Wawawiwi

    Bismillahirrahmanirrahim, mari kita menjadi legenda :)

  • Poskan Komentar