Berdakwahlah wahai saudaraku!

24 Desember 2009

            Sahabat….
            Ingatkah anda dengan kisah-kisah nabi terdahulu? Ingatkah kita dengan kisah-kisah hebat tentang perjuangan membela kebenaran dan menghalau kebathilan?
            Sahabat…
            Tahukah anda, bahwa seluruh kisah-kisah tersebut memiliki hikmah yang begitu besar. Seperti kisah Nabi Isa yang menyebarkan ajaran tauhid kepada Bani Israil, atau kisah Nabi Muhammad SAW yang dengan sabar dan tabahnya menyerukan kepada seluruh manusia akan ajaran Islam. Hikmah yang paling besar dari kisah ini adalah perjuangan di jalan Allah (jihad fii sabilillah).
            Tapi yang saat ini yang akan saya bahas adalah tentang proses penyebaran kebenaran itu sendiri, atau lebih dikenal dengan nama DAKWAH.
            Jadilah kamu menjadi penolong agama Allah!
            Jika anda dengan seksama memperhatikan kisah-kisah nabi terdahulu, maka tentu kita akan menemukan fakta bahwa mereka (para nabi) tidak berjuang sendiri, melainkan berjuang bersama-sama dengan orang lain:
  1. Nabi Musa as bersama Nabi Harun as
  2. Nabi Isa as bersama Hawariyyun (12 murid nabi Isa)
  3. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersama kaum muhajirin dan anshar.
Dan sekarang, kita yang hidup di zaman yang sudah rusak ini. Kita sudah seharusnya menjadi penolong agama Allah ini. Kita sudah seharusnya seperti Hawariyyun yang tetap memegang amanah Allah dan rasulNya. Kita sudah seharusnya seperti Nabi Harun yang dengan sabar dan setia membantu saudaranya dalam menyeru penduduk dan para pembesar Mesir yang thagut untuk taat pada Allah. Kita sudah seharusnya seperti kaum muhajirin dan anshar yang dengan ikhlas membantu dakwah Nabi Muhammad SAW.
Sahabat…
Saat ini, sudah seharusnya kita yang melanjutkan dan meneruskan dakwah mereka (para nabi). Bisakah anda bayangkan dunia tanpa dakwah? Bisakah anda bayangkan jika di dunia ini tidak ada lagi yang amar ma’ruf nahi munkar di tengah-tengah umat manusia?
Sahabat…
Jika bukan kita yang menolong agama Allah ini dengan berdakwah, maka siapa lagi? Jika kita tidak bisa dan tidak mau berdakwah, maka siapa lagi? Apakah kita akan menyerah begitu saja dalam memperjuangkan tegaknya kalimat Allah di muka bumi ini dengan cara tidak berdakwah? TIDAK!
Sahabat…
Bayangkanlah! Bahwa dakwah ini adalah jalannya para nabi dan rasul Allah, dakwah adalah jalan kebenaran, dakwah adalah jalan yang penuh tantangan namun penuh dengan keridhaan Allah, Rabb semesta alam. Maka anda sudah seharusnya mengambil jalan ini!
Sahabat….
Jika anda masih berpikir bahwa anda tidak mampu berdakwah, maka seharusnya anda berpikir lagi.
  1. apakah anda punya mulut dan bisa menghasilkan suara? Mengapa anda tidak pergunakan mulut dan suara anda itu untuk saling menasihati dan menyuruh kepada kebaikan satu sama lain? Mengapa anda hanya memakai mulut anda itu hanya untuk hal yang sia-sia (bergunjing, menyanyi, dll)?
  2. apakah anda punya tangan? Mengapa anda tidak pergunakan tangan anda itu untuk mencegah hal yang munkar? Mengapa anda hanya memakai tangan anda untuk bermain, dan hal-hal yang sia-sia lainnya?
  3. apakah anda punya kaki? Mengapa anda tidak gunakan kaki anda itu untuk melangkah menuju majelis ilmu? Mengapa anda hanya menggunakan kaki anda untuk pergi bersenang-senang belaka?

Jika anda masih berpikir anda masih belum bisa berdakwah, maka hal apalagi yang anda pikirkan?
ah, saya tuh masih belum pantas buat berdakwah. Soalnya saya sendiri masih belum alim, masih bermaksiat” ucap salah seorang ketika diajak berdakwah.
Sahabat…
Jika anda tidak mau berdakwah hanya karena alasan demikian, maka jangan heran jika maksiat anda masih akan terus bertambah. Seseorang yang melakukan dakwah tidak harus pintar agama. Orang yang berdakwah tidak harus seorang ulama atau ustadz. Tetapi dakwah bisa dilakukan oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun.
Jika anda masih berpikir bahwa anda masih belum layak berdakwah karena anda memiliki banyak maksiat, maka sudah seharusnya pula anda menghapus kemaksiatan itu dengan berdakwah. Dengan berdakwah, kita akan saling introspeksi diri kita sendiri satu sama lain, saling menghapuskan dosa satu sama lain. Kenapa? Jika ada seorang yang berbuat baik karena dakwah anda, maka hal itu akan menjadi pahala sendiri bagi anda.
            Ancaman bagi orang yang tidak mau berdakwah
            Sahabat…
            Jika kita tidak lagi mau berdakwah, maka bisakah anda bayangkan kondisi dunia ini? Sudah pasti dunia ini penuh akan kemungkaran, kekacauan, kenistaan, dll.
            Apa ancaman Allah kepada orang yang tidak mau berdakwah?
“Mengapa orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan makanan yang haram? Sungguh, amat buruk apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. al-Maaidah: 63)
             “telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan Munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya Amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (Q.S. al-Maaidah: 78-79)
            Lihatlah! Bahkan Bani Israil saja dikutuk oleh para nabiyullah karena mereka tidak melarang perbuatan munkar. Apalagi kita?
            Kemenangan bagi orang yang berdakwah
“dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran: 104)
“siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Q.S. Fushshilat: 33)
Bayangkanlah! Jika kita mau berdakwah di jalan Allah, maka kita akan tergolong manusia yang beruntung (muflihuun). Dan jika kita mau menyeru pada kebaikan, maka niscaya lisan kita akan menjadi lisan yang terbaik di hadapan Allah.

Wallahu a’lam

Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar