Agar Hidup Anda Menjadi Lebih Mudah

30 Desember 2009




Sahabat…
            Anda sudah pasti tahu apa itu dinding, pintu, kunci, jendela, dan taman. Memang semuanya itu hanya benda biasa. Namun dengan benda-benda itu, saya akan membuat sebuah sugesti kepada anda dengan menggunakan benda-benda itu sebagai perumpamaan yang insya Allah dapat menjadikan hidup anda lebih bermakna.


Bismillahirrahmaanirrahiim…
            Sahabat…
            Seluruh manusia yang pernah terlahir di dunia ini sudah pasti mempunyai masalah dalam kehidupannya, baik itu masalah keluarga, ekonomi, kesehatan, dll.
            Nah, sekarang, saya akan berusaha membuat masalah itu menjadi lebih mudah. Bagaimana caranya? Iktui langkah-langkah berikut agar anda bisa lebih memahami bagaimana kita bisa memaknai kehidupan ini.

  1. setiap manusia sudah pasti mempunyai masalah dan tujuan hidup masing-masing. Dan sekarang, kita akan gambarkan tujuan hidup kita itu sebagai taman yang penuh dengan tumbuhan yang mengeluarkan buah-buahan yang ranum, dan masalah-masalah itu sebagai tembok yang tebal dan tinggi sehingga dalam pandangan kita hal itu sulit ditembus. Tetapi, kita harus yakin hal itu bisa. Bagaimana caranya? Ubah pola pikir menjadi pola pikir seorang yang optimis. Jangan menjadi orang yang cepat menyerah. Maka, tembok itu akan berkurang ketebalannya.
  2. jika kita sudah optimis, sudah yakin, maka tembok yang tadinya tebal akan menjadi lebih tipis. Nah, kenapa? Karena dengan semangat dan rasa optimis yang tinggi, maka kita akan lebih mudah menjalankan segala sesuatu. Tetapi, apakah dengan rasa optimis itu kita sudah merasa cukup dan mampu menaklukkan tembok yang tebal itu? Tentu saja tidak. Sekarang, saya akan berbicara tentang mimpi. Tentang mimpi, visi, dan segala impian kita. Nah, seluruh impian, visi ,dan mimpi kita itu adalah sebuah jendela yang bisa memperlihatkan kebun yang akan kita tuju. Dalam kehidupan nyata, seseorang sudah seharusnya mempunyai visi dan tujuan hidup, sudah seharusnya mempunyai impian dan angan-angan sebagai gambaran di masa depan. Jika kita tidak mempunyai mimpi, maka kita tidak akan bisa menggambarkan masa depan kita sendiri. Maka dari itu kita butuh impian, mimpi, dan visi itu untuk menjadi jendela sebagai alat untuk menggambarkan tujuan hidup kita itu di masa depan.
  3. sekarang, apakah kita bisa keluar dan menembus dinding itu hanya dengan sebuah jendela? Tentu tidak. Kita membutuhkan sebuah pintu untuk dapat menembus dinding itu. Jika kita sudah punya jendela sebagai gambaran keadaan di balik tembok bagi kita, maka kita harus bisa menembus tembok itu sendiri. Dan yang kita butuhkan adalah tentunya sebuah pintu. Tetapi apa yang akan menjadi pintunya itu? Pintu untuk menembus segala permasalahan kita adalah syukur dan sabar. Mengapa harus syukur dan sabar? Karena dengan dua hal itu, kita bisa melalui segala sesuatu yang menimpa diri kita, apakah hal itu baik, apakah hal itu buruk. Jika hal yang menimpa kita itu baik, maka sudah sepatutnya kita bersyukur. Dan apabila yang menimpa kita itu kurang baik, maka sudah seharusnya kita bersabar untuk menghadapinya. (untuk syukur dan sabar, baca postingan sebelumnya, “Dunia itu Indah”)
  4. kita sudah punya jendela, sudah punya pintu, maka apakah kita bisa menembus tembok itu? Tentu saja belum. Kenapa? Bukankah dengan pintu itu kita bisa menembus tembok tersebut? Memang, tetapi apakah pintu itu sudah sempurna? Tentu saja belum. Sebuah pintu belum sempurna jika masih belum ada kuncinya. Tetapi apa yang akan menjadi kuncinya? Kuncinya adalah senantiasa berdoa dan berusaha. Mengapa harus berdoa dan berusaha?
Sekarang saya tanya, apakah kita masih bisa tetap bersabar dan bersyukur jika kita masih jarang berdoa, masih jarang berinteraksi dengan Dzat yang Maha Kuasa, masih jarang meminta kesabaran pada dzat yang ash-Shabuur, Maha Penyabar? Tentu tidak! Tanpa berdoa, maka segala sesuatu yang kita kerjakan maka tidak akan membawakan manfaat dan barakah bagi kita, tidak akan membawa pahala bagi kita. Sementara itu, jika tidak berusaha, maka apakah kita bisa meraih apa yang kita impikan? Tentu saja tidak. Maka intinya, kuncinya adalah berdoa dan berusaha. Tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
  1. jika sudah ada jendela, pintu, dan kuncinya, maka tunggu apa lagi? Anda akan mendapatkan tujuan hidup anda. Jika anda beristiqamah menjalankan hal-hal di atas? Maka insya Allah anda akan menjadi orang yang sukses di dunia dan selamat di akhirat.



Wallahu a’lam

Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar