Dunia itu Indah...

23 September 2009












Kita sudah pasti sering mendengar kalimat itu. tetapi tahukah anda semua? tidak sepenuhnya kalimat itu benar. karena dalam kehidupan sehari-hari, hanya ada beberapaorang yang dapat memaknai kalimat itu dengan benar. Tahukah antum semua? mereka adalah orang-orang yang pandai bersabar dan bersyukur.

Tapi, saudaraku sekalian. definisi sabar dan syukur ini ternyata maknanya tidak seringkas kalimatnya. Sabar adalah menerima hidup ini apa adanya tanpa keluhan, caci maki, dan sebagainya kepada orang lain (termasuk Allah azza wa jalla). dan tahukah sahabat? sabar itu terlihat dari pukulan pertama, apa maksudnya? sabar dilihat dari reaksi yang paling pertama ketika menghadapi sebuah ujian dari Allah. contohnya ketika salah satu kerabat si fulan meninggal, maka apabila dirinya itu meraung-raung, meratap kepada si mayit, maka hal itu tidak bisa disebut sabar meskipun setelah beberapa hari berikutnya dia mengaku sabar dan mengikhlaskan kepergiannya. ITU BUKANLAH SABAR!.
Begitu pula dengan bersyukur, kita belum bisa dibilang bersyukur jika kita hanya bisa mengucapkan "alhamdulillah". tetapi kita harus membuktikan rasa syukur kita dengan suatu langkah nyata. yaitu menjalankan apa-apa yang telah dia perintahkan dan menjauhi segala larangannya. Jika seseorang diberikan suatu nikmat, dan dia mengatakan alhamdulillah tetapi dia sekonyong-konyong melupakan Tuhannya, lalai dalam shalatnya, dan telah lupa dengan kewajibannya sebagai muslim karena disilaukan dengan cahaya kenikmatan maka hal itu bukanlah syukur.

Sahabat, dunia ini menjadi indah karena dua hal. Apabila diberi ujian berupa musibah atau kekurangan, maka kita haru bersabar. dan jika kita diberi ujian berupa kenikmatan, maka kita harus bersyukur.
wallahu a'alam.

Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar