Wanita, Jilbab, dan Negara

21 September 2009



Zaman sekarang memang zaman edan! Bagaimana tidak? Sekarang dunia ini sudah mengandung jutaan maksiat. Dan seluruh maksiat itu ternyata banyak keluar dari sebuah kotak ajaib bernama TV. Di sana kita banyak melihat pemandangan kaum hawa yang memakai pakaian ”kurang bahan” dan malah ada wanita yang bahkan ”tidak niat berpakaian”.
            ”Wanita adalah tiang negara,”
            Kalimat itu adalah sebuah kata bijak yang pernah saya dengar. Mengapa wanita adalah tiang negara? Jika kita lihat faktanya, sebuah negara sudah seharusnya dipimpin oleh seorang laki-laki. Dan tahukah antum? Godaan paling besar bagi seorang pria adalah wanita! Seorang pria memang gampang menolak sesuatu yang berharga, seperti uang, jabatan, dll. Tetapi, jika seorang pria ditawarkan wanita, maka sangatlah sulit untuk menolaknya.
            Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada godaan wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)
            Apabila suatu negara wanitanya buruk akhlaknya, maka negara itu akan jatuh ke lembah keburukan.
            Makna dari kalimat yang menyatakan bahwa ”wanita adalah tiang negara” itu karena dari tangan seorang wanita-lah (seorang ibu) suatu generasi terbentuk. Dari belaian tangan lembut seorang wanitalah seseorang dapat menjadi baik atau buruk (tentu dengan izin Allah). Allah telah menganugerahkan wanita sesuatu yang tidak dimiliki pria, yaitu kemampuan mendidik, membesarkan, dan merawat seorang anak dengan kasih sayang.
            Sayang, di zaman sekarang kita kehilangan sosok seorang ibu seperti Ibunya Imam Syafi’i yang merawat Syafi’i kecil dengan tekun. Meski dalam keadaan miskin, meski tanpa pendamping hidup, tetapi dari hasil kerja kerasnya-lah pribadi Imam Syafi’i menjadi ulama besar. Begitu juga dengan Shafiyyah, iu dari Imam Ahmad bin Hanbal. Meski telah ditinggal suami, dirinya tetap berjuang keras demi membesarkan anaknya. Dan hasilnya, jadilah pribadi yang mulia seperti Ahmad bin Hanbal.
            Berjibablah demi kehormatanmu!
            Tidak ada satu agama-pun yang paling memuliakan seorang wanita dibandingkan Islam. Zaman sekarang banyak wanita yang ”ditelanjangi” dengan pakaian yang glamour. Padahal Islam telah menjamin kehormatan seorang wanita dengan menutup auratnya. Menutup aurat=menjaga kehormatan. Menutup aurat hukumnya wajib. Iya, kan?
            Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung,” (Q.S an-Nuur: 31)
 
            Bacalah ayat itu, dan renungkanlah wahai para wanita!
            Allah telah memerintahkan para wanita untuk menutupkan kain kerudungnya hingga ke dada. Itulah jilbab yang sebenarnya. Bukan ”jilbab gaul” yang hanya asal pakai saja. Jilbab yang bernar adalah pakaian yang tidak menampakkan lekuk tubuh. jilbab yang sebenarnya adalah jilbab yang tidak memperlihatkan bentuk tubuh seorang wanita. Bukan jilbab yang hanya menutupi kepala tapi tidak menutupi bagian tubuh lainnya sehingga terlihat bentuk tubuhnya.
            Penutup
            Sungguh, Allah telah memilihkan bagi para wanita pakaian sebaik-baiknya pakaian. Sudah seharusnya para wanita bangga dengan memakai pakaian yang telah dipilihkan oleh Allah. Jangan sampai para wanita lebih bangga dengan pakaian yang mengundang adzab dari Allah. Banggalah seorang wanita yang memakai pakaian yang telah disebut sebagai pakaian kehormatan. Jangan sampai kehormatan para wanita tercabik-cabik oleh pakaian yang dipilihkan oleh nafsu.

Wallahu a’lam


Artikel Terkait



1 komentar:

  • Hoo...begitu....

  • Poskan Komentar