Perbandingan Utusan Allah dan Utusan Iblis

17 September 2009

Melihat judul di atas, kita akan terbayang dengan pertarungan dua kekuatan yang sangat besar, antara al-haq dan al-bathil, antara yang baik dan yang buruk. Dan sadarkah anda semua? Bahwa ternyata pertempuran itu sudah terlahir semenjak penciptaan manusia, ketika iblis bersumpah akan menyesatkan anak Adam selama-lamanya. Dan terjadi hingga yaumul akhir.
            Utusan Allah vs Utusan Iblis
            Kita yang hidup di zaman sekarang sudah pasti sering melihat banyaknya kemaksiatan-kemaksiatan yang telah tersebar di muka bumi ini. Coba anda lihat di sebuah kampus atau universitas di kota-kota besar di Indonesia, dan coba anda cek atau tanyakan pada salah satu mahasiswanya,
            ”berapa orang di kelas lo yang pacaran ato pernah pacaran?”
            Jawabannya insya Allah,
            ”wah, banyak”
            Coba anda tanya,
            ”berapa orang yang gak pernah pacaran?”
            Mungkin dijawab,
            ”waah...gak tau juga ya. Kayaknya dikit deh,”

            Contoh dari dialog di atas sudah pernah dipraktekkan di sebuah kawasan di Bogor dan mungkin hasil yang sama akan banyak kita temui di kota besar lain.
            Utusan Allah selalu menjadi panutan dalam hal kebaikan.
            ”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah. (al-Ahzab: 21)

            Berbeda dengan utusan iblis yang selalu mencontohkan dan mengajarkan pada kenistaan, kemaksiatan. Berikut ada contoh-contoh dari utusan iblis:

  1. dukun/paranormal
ini sih udah pasti banget. Dukun/paranormal itu sebenarnya memelihara jin yang selalu berusaha mencuri kabar dari langit. Lalu kabar itu ditambahkanlagi dengan seribu kebohongan
  1. musik
ini sepertinya sudah lumrah, tapi hal ini merupakan salah satu alat yang digunakan oleh iblis untuk menyesatkan manusia. Mau bukti?
                        Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (Luqman: 6)

Banyak ahli tafsir yang mengatakan bahwa perkataan yang tidak berguna sebagai nyanyian dan musik, antara lain Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Hasan al-Bashri.
“Akan muncul di kalangan umatku, kaum-kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik. Dan akan ada kaum yang menuju puncak gunung kembali bersama ternak mereka, lalu ada orang miskin yang datang kepada mereka meminta satu kebutuhan, lalu mereka mengatakan: ‘Kembalilah kepada kami besok.’ Lalu Allah Subhanahu wa Taala membinasakan mereka di malam hari dan menghancurkan bukit tersebut. Dan Allah mengubah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi, hingga hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari, 10/5590)
Bayangkan! Derajat dosanya musik disetarakan dengan khamr dan zina!
Jika anda masih meragukannya, maka anda belum bisa disebut sebagai muslim yang lurus!
Wallahu a’lam.
            

Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar