Untuk Kalian yang Pacaran

26 Februari 2011

Haruskah kita pacaran? Haruskah kita memiliki seorang kecengan? Sebuah tradisi baru di muka bumi ini yang tampaknya telah menjadi sebuah kewajiban. Kalian menyatakan bahwa mereka mengatasnamakan cinta, dan demi hal itu kalian rela mengorbankan segala apa yang ada pada diri mereka. Mulai dari harta dan biaya, masa, jiwa, bahkan nyawa. Kalian rela menghamburkan kehormatan kalian demi sesuap nikmatnya racun dunia.
            Jika memang benar bahwa kalian melakukan segala hal nista tersebut atas nama cinta, yang pasti adalah dunia ini semakin menjadi tenteram. Karena setiap orang berlaku sesuai dengan kadar cintanya. Namun apa yang terjadi? Realisasi cinta yang kalian tawarkan dan kalian perlihatkan pada dunia ternyata hanya sebuah realisasi palsu para pengumbar hawa nafsu.
            Ya, dunia ini yang dikatakan manis oleh para hedonis ternyata adalah dunia yang sangatlah pahit. Maksiat pacaran yang selama ini kalian umbar dan kalian hamburkan ternyata hanyalah sebuah bisa yang sangat mematikan. Yang kalian tawarkan sebagai obat, ternyata adalah sebuah virus, yang kalian katakan sebagai gula ternyata adalah sebuah racun yang berbahaya.
            Di dalam sejarah, tidak ada satu pun peristiwa yang dapat membenarkan perilaku keji yang bernama pacaran atau semacamnya. Datangkanlah salah satu bukti yang menjadikan pembenaran atas kelakuan bejad yang kalian lakukan! Bukti-bukti yang selama ini kalian paparkan adalah bukti-bukti yang tidak berdasar dan alas an kalian adalah alasan yang nyeleneh!
            Motivasi Pacaran #1: Motivasi Belajar
            Sebuah alas an yang sering kalian paparkan adalah pacaran sebagai motivasi belajar agar semangat kalian semakin besar dalam menuntut ilmu. Dan saya katakana bahwa hal ini sama sekali tidak benar!
            Semangat yang kalian miliki ketika belajar dalam kondisi pacaran adalah sebuah semangat yang palsu, semangat yang dibuat-buat, dan semangat semu yang dipaksakan. Kalau pun semangat kalian itu berkobar-kobar, maka ketahuilah! Bahwa sesungguhnya itu berarti anda telah masuk ke dalam jerat setan, anda tidak akan mampu memiliki semangat bila tidak memiliki pacar, dan hasilnya? Anda akan kecanduan pacaran. Karena tanpa pacar, anda akan menjadi rapuh dan lemah.
            Perhatikan langkah syaithan ini, anda telah ditipu oleh syaithan dengan perasaan cinta yang merupakan fitrah bagi seluruh manusia. Cinta yang anda miliki rupanya telah dipermainkan oleh hawa nafsu anda sendiri. Cinta yang seharusnya membuat anda kuat ternyata menjadikan anda lemah. Cinta yang semestinya membuat anda kokoh ternyata membuat anda rapuh. Cinta yang seharusnya menjadikan anda perkasa, ternyata membuat anda lemah tak berdaya.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta
bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta
bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat
-Hamka-

            Dan untuk anda yang berdalil bahwa pacaran itu mendorong semangat belajar maka saya tanya, apakah jika tanpa pacar anda tidak memiliki semangat belajar? Maka jika begitu saya katakan bahwa anda adalah orang yang lemah. Anda pacaran hanya demi mengejar perasaan yang semu.
            Motivasi Pacaran #2: Mencari Jodoh
            Sebuah argumen yang konyol. Tidak ada lagikah yang lebih baik dari pacaran untuk mencari jodoh? Apakah setiap orang di dunia ini wajib pacaran dulu untuk menemukan jodohnya? Ini konyol!
            Jika kalian menganggap bahwa jodoh hanya bisa ditemukan lewat pacaran, maka kalian adalah yang jahil. Kalian jarang sekali mengambil pelajaran bagaimana orang yang mencari jodoh dengan pacaran akan tergelincir dalam satu hal: zina.
            Dan satu hal lagi, jika kalian muslim maka perhatikanlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengarahkan kita untuk menemukan jodoh masing-masing. Tidak perlu lewat pacaran yang menjual harga diri. Tapi dengan taaruf yang sangat menjaga martabat kita.
            Dan jika sudah bisa nikah, kenapa tidak langsung nikah jika sudah yakin dengan pilihannya? Karena nikah itu lebih menjaga kita dari berbagai keburukan zina.
            Dalil-dalil Haramnya Pacaran

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
(QS. Al-Israa: 32)

            Seorang yang pacaran sudah jelas memasuki koridor mendekati zina. Karena dengan pacaran itu berarti telah memudahkan langkah seseorang untuk berzina.

Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperolehnya hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, zinanya dengan memandang. Kedua telinga itu berzina, zinanya dengan mendengarkan. Lisan itu berzina, zinanya dengan berbicara. Tangan itu berzina, zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, zinanya dengan melangkah. Sementara itu, hati berkeinginan dan beranganangan sedangkan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakannya
(HR Muslim)

            Mana mungkin seseorang yang pacaran tidak melakukan salah satu jenis zina yang disebut dalam hadits ini? Karena setiap orang yang pacaran minimal telah berzina dengan hatinya.
            Dan bila ada yang pacaran, sesungguhnya itu berarti ia sama sekali tidak menjaga dirinya dari zina. Karena orang yang pacaran telah melahap habis apa yang disebut dengan berbagai macam zina yang disebut dalam hadits ini.

Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.
(Muttafaqun ‘alaih)

            Sebuah dalil yang keras dan jelas dalam mengharamkan pacaran dalam bentuk berduaan.
            Wallahu a’lam

Artikel Terkait



3 komentar:

  • Isal

    good job! my bro

  • Regin Iqbal

    @Isalwell, thank you!

  • saya sungguh menyesal pacaran, terlebih pacaran yg negatif, untuk yg belum pacaran, sangat non recomended bgt pacaran.. gk penting + nambah dosa + nagih + habis manis sepah dibuang, lebih baik perbaiki diri, insyaAllah akan dierbaiki juga jodohnya

  • Poskan Komentar