Penjelasan Ayat Kontradiktif tentang Takdir dan Keburukan

24 Desember 2010
Pertanyaan:
            Allah berfirman,
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”
(QS At-Taubah: 51)
            Apakah keburukan yang menimpa kita telah ditetapkan oleh Allah? Jika jawabannya iya, maka apa maksud firman Allah,
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri...
(QS An-Nisaa: 79)
            Jawaban:
            Semua yang akan dilakukan oleh hamba-hamba, baik kebaikan atau keburukan maka itu sesuai dengan takdir Allah, sebagaimana firmanNya,
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
(QS Al-Qamar: 49)
            Dan Allah juga berfirman,
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(QS Al-Hadiid: 22)
            Dan juga firman Allah,
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami”...
(QS At-Taubah: 51)
            Walaupun demikian, kebaikan itu merupakan anugerah dari Allah, karena Dia-lah yang telah menetapkannya dan memberikan taufiq kepada seorang hamba untuk melakukannya, maka hanya milikNya segala pujian atas hal itu.
            Adapun keburukan, maka ia berdasarkan takdir Allah, sementara sebab-sebabnya adalah perbuatan manusia dan kemaksiatan mereka sendiri. Sebagaimana firmanNya,
Barang siapa yang menghendaki Keuntungan di akhirat akan Kami tambah Keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki Keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari Keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.
(QS. Asy-Syura: 20)
            Dan firman Allah,
...Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
(QS Ar-Ra’d: 11)
            Allah telah menakdirkan kebaikan dan keburukan serta memberikan taufiq kepada seorang hamba untuk melakukan segala kebaikan. Dia tidak memberikan taufiq kepada orang yang bermaksiat untuk meninggalkan keburukan karena sebuah hikmah yang mulia dan karena beberapa sebab yang dilakukan oleh manusia. Dialah Allah, Dzat yang Maha Suci dan Maha Terpuji pada setiap keadaan karena kesempurnaan ilmuNya, kesempurnaan hikmah dan keadilanNya.
            Wallaahu waliyyut taufiq.
            (Majmu Fatawa, oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz)

Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar