Nabi Buta Huruf, Tanda Keterbelakangan Islam?

14 Mei 2011
Pertanyaan: Di zaman ini kita sering sekali menemukan (lewat berbagai media, mulai dari media cetak seperti majalah atau elektronik seperti televisi dan internet) bahwa buta huruf adalah tanda dari keterbelakangan dan keterpurukkan.  Sementara itu, Allah telah mensifati ummat ini dengat umat yang ummiyyah (buta huruf).
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka
(QS. Al-Jumu’ah: 2)
            Maka saya harap penjelasan Syaikh mengenai hal itu.

            Jawab: dulu ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari bangsa-bangsa Arab dan Ajam (non-Arab) tidak bisa membaca dan menulis. Karenanya, mereka dinamai umat yang buta huruf. Sementara orang-orang yang dapat menulis dan membaca di antara mereka sangat sedikit bila dibandingkan dengan selain mereka. Dan Nabi kita juga tidak bisa membaca dan menulis. Allah berfirman:
Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur’an) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu ; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu)
(QS. Al-Ankabut: 48)
            Namun hal itu merupakan salah satu tanda kebenaran risalah (kerasulan) dan nubuwwah (kenabian) beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena beliau mendatangi umat manusia dengan membawa satu kitab yang mulia yang membuat lemah bangsa Arab dan Ajam (non-Arab). Allah telah mewahyukan dan menurunkan Ruhul Amin, yaitu Jibril, dengan membawanya kepada beliau. Allah telah mewahyukan kepada beliau sunnah yang suci dan ilmu orang-orang yang terdahulu yang cukup banyak.
            Allah mengabarkan pada beliau banyak hal berupa apa saja yang terjadi masa lalu dan apa yang akan terjadi di akhir zaman serta Hari Kiamat. Dia mengabarkan kepada beliau tentang surga dan neraka, para penghuninya. Semua itu adalah keutamaan yang Allah berikan pada beliau. Dengannya, Allah memberikan petunjuk pada manusia tentang derajat yang tinggi dan kerasulah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
      Bukanlah pensifatan ummat ini dengan ummiyyah (buta huruf) dimaksudkan untuk memotivasi umat ini agar mereka tetap berada dalam kondisi tersebut, tapi maksudnya adalah pengabaran tentang realita dan keadaan mereka ketika Allah mengutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada mereka.
            Al-Qur’an dan Sunnah memberikan motivasi untuk belajar dan menulis serta keluar dari sifat buta huruf. Allah berfirman,
Katakanlah, 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.' Sesungguhnya, orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
(QS. Az-Zumar: 9)
            Dia berfirman,
…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat
(QS. Al-Mujadalah:11)
…Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu
(QS. Fathir: 28)
Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.
(HR. Muslim no. 2699)
            Sementara itu, ayat dan hadits yang semakna dengan ini cukup banyak.
            Wabillahit-taufiq
           (Majmu’ Fatawa Syaikh Abdul Aziz bin Baz, juz I, bagian pertama. Dihimpun oleh Syaikh Abdullah ath-Thayyar)

Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar