Muslim Berprestasi

10 Januari 2010

Tahukah kamu siapa itu Jabir bin Hayyan, al-Battani, az-Zarqali, dan Ibnul Haitsam? Mungkin kamu sedikit bingung dan tidak tahu persis siapa mereka. Mungkin kamu lebih kenal siapa itu John Dalton, Nicolaus Copernicus, dan Leonardo da Vinci. Mungkin nama-nama ilmuan muslim yang telah saya sebut pertama tadi tidak kamu kenali. Padahal, mereka adalah para pelopor dalam hal keilmuan dan dari merekalah ilmuan-ilmuan Barat belajar.

Jabir bin Hayyan adalah salah satu kimiawan terbaik di zamannya. Dirinya telah mendahului teori atomnya John Dalton yang baru muncul 1000 tahun setelahnya. Sedangkan al-Battani dan az-Zarqali adalah para astronom terkemuka yang telah menginspirasi Nicolaus Copernicus dalam teorinya mengenai alam semesta. Dan Ibnul Haitsam adalah salah satu astronom dan fisikawan terbaik yang karya-karyanya telah mempengaruhi Leonardo da Vinci dan Johannes Kepler. Mengapa mereka (para ilmuan muslim) bisa mengukir prestasi yang begitu hebat? Bisakah kita meniru mereka? Tentu saja! Tetapi apa saja langkah-langkahnya?
Tidak menyerah pada keadaan. Setiap muslim sudah seharusnya tidak menyerah pada keadaan, tidak menyerah pada kenyataan. Apa maksudnya? Kita tidak boleh menyerah hanya karena keadaan kita yang kurang memungkinkan.

Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal telah membuktikan hal ini kepada kita. Mereka berdua adalah guru dan murid. Imam Syafi’i adalah guru bagi Imam Ahmad. Mereka berdua dikenal sebagai salah satu ulama besar. Namun tahukah kamu? Bahwa mereka berdua ternyata terlahir dari keluarga yang miskin. Dan mereka berdua terlahir dalam keadaan yatim. Namun, meskipun begitu mereka tetap bersemangat menuntut ilmu, mereka tidak menyerah kepada keadaan, bahkan mereka mampu menaklukan keadaan itu sendiri. Dan apa hasilnya? Ternyata mereka yang terlahir yatim dan miskin berhasil menghapalkan al-Qur’an dalam usia muda. Imam Syafi’i hafal Qur’an saat 9 tahun, sedangkan Imam Ahmad berusia 14 tahun.
 Beriman kepada Allah. Setiap kita mengalami kesulitan, maka jangan ragu untuk memohon dan mengadu kepada Allah. Dan Jabir bin Hayyan telah melakukannya. Jabir bin Hayyan memiliki kebiasaan beri’tikaf, dan setelah selesai shalat, beliau pergi ke laboratoriumnya yang berisi beberapa tabung, tempat pemanas api, dan bahan-bahan yang diukur dalam satuan tertentu. Beliau merupakan contoh nyata bahwa orang yang berilmu adalah orang yang takut dan taat pada Allah.

Istiqamah sampai akhir. Kita harus tetap konsisten pada pendirian kita. Kita harus tetap teguh dalam keimanan kita. Dan salah satu contohnya adalah Sayyid Quthb. Meskipun dirinya harus mati di tiang gantungan, namun beliau tetap istiqamah pada pendiriannya yang menentang pemerintahan Mesir. Dan kata-kata menjelang kematiannya telah menjadi pendorong bagi banyak kaum muslimin. Beliau berkata, “Aku berdiri di sini, di ujung umurku ini, bukan hanya karena 2 kalimat syahadat. Aku berdiri di sini, di bawah tiang gantungan ini justru telah melaksanakan syahadat semampu yang aku dapat,”
Tidak takluk pada musibah. Banyak orang gagal karena mereka berhenti dari usaha mereka. Mereka berhenti karena musibah atau ujian yang gagal mereka lalui. Padahal, seorang muslim tidak boleh berhenti hanya karena musibah. Bahkan, musibah seharusnya menjadi pemacu semangat bagi kita. Dan banyak orang yang mampu membuktikan hal itu, yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, dan Syaikh Ahmad Yassin.

Di tengah-tengah serbuan tentara Mongol yang kuat ke negeri-negeri Islam, Ibnu Taimiyyah tetap tidak putus asa. Bahkan, semangat jihadnya semakin membara. Serbuan tentara Mongol tidak menyurutkan langkahnya menjadi ulama besar. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz memang mengalami kebutaan, namun hal itu tidak menghalanginya untuk menjadi ulama besar yang disegani. Dan yang terakhir, Syaikh Ahmad Yassin. Beliau adalah pemimpin spiritual rakyat dan mujahidin Palestina. Meskipun dirinya lumpuh karena kecelakaan saat olahraga di sekolahnya sewaktu remaja, namun hal itu tidak menjadi penghalang baginya. Ya, sosok yang telah berhasil menggerakkan para mujahidin Palestina, yang paling ditakuti oleh Israel dan Amerika, yang berhasil menggetarkan dunia, adalah seorang tua yang lumpuh di kursi roda. Namun di balik kursi roda itu dirinya berhasil menggetarkan dunia.
Ya, jadilah muslim berprestasi yang mampu menggetarkan dunia. Jadilah penerus bagi mereka yang telah mewariskan ilmunya kepada kita. Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah dari sekarang!

Wallahu a’lam    
   


Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar