Sepatah Kata Cinta...

30 November 2009

Cinta…
            Sebuah kata yang dalam sekali maknanya. Sebuah kata yang dalam sejarah dipergunakan demi kelangsungan hidup manusia.
            Cinta, sebuah kata yang dalam artinya. Sampai-sampai banyak sekali umat manusia jatuh ke dalam perangkapnya.
            Sahabat…
            Tahukah anda cinta itu? Saat ini umat manusia sering bingung dalam mengartikan cinta. Cinta sering diartikan sebagai rasa kasih sayang kepada orang lain. Namun tahukah sahabat? Bahwa makna cinta itu jauh lebih dalam daripada yang anda kira. Saking dalamnya maknanya sehingga manusia sering terjatuh ke dalam liang kenistaan akibat cinta.

            Sering kita dengar kata-kata “demi cinta kita!” atau “atas nama cinta”. Namun tahukah anda sahabat? Bahwa cinta bukanlah sebuah kata yang dengan mudah dapat direalisasikan. Cinta adalah sebuah kata yang paling sulit untuk dilaksanakan dengan tulus.

            Definisi Cinta

            Pada hakikatnya cinta adalah sifat dasar manusia, yang selalu mencintai dan selalu ingin dicintai. Cinta pada dasarnya adalah sebuah dorongan hati tentang segala hal yang dianggap indah oleh kita. Dan jangan salah, wujud sebuah cinta tidak hanya kepada lawan jenis, tetapi cinta yang sebenarnya adalah cinta yang dapat membuat kehidupan kita menjadi kehidupan yang lebih berkualitas. Tanpa cinta, sejatinya tidak akan ada manusia yang terlahir ke dunia dengan keadaan yang baik. Cinta adalah karunia Allah yang besar. Bahkan, setiap nabi dan Rasul Allah yang telah Allah utus itu adalah manusia-manusia pilihan yang telah memiliki perasaan cinta yang mendalam. Baik itu cinta kepada Allah, cinta kepada umatnya, cinta kepada orang-orang yang beriman, cinta kepada kebaikan, dan cinta kepada seluruh makhluk Allah. Cinta itu dapat dicerminkan dalam perbuatan kita. Merawat dan menjaga lingkungan juga termasuk ke dalam bentuk cinta kepada Allah dan makhluk-Nya.
            Cinta bukanlah permainan
            Sahabat…
            Camkanlah dalam hati anda bahwa cinta bukanlah permainan! Tetapi cinta adalah sebuah perkara yang menyangkut siklus kehidupan umat manusia. Sekarang saya tidak akan membahas tentang kisah-kisah cinta picisan, tetapi saya akan berbicara mengenai esensi cinta itu sendiri.
            Jebakan cinta

            Manusia saat ini sering terjebak karena cinta. Entah sudah berapa jumlah kasus kriminal yang mengatasnamakan cinta, mulai dari pembunuhan, perampokan, pencurian, perzinahan, penipuan, dll yang mengundang adzab Allah SWT. Cinta saat ini sepertinya menjadikan manusia sebagai makhluk yang membabi buta.
            Jika anda telah mengetahui hal itu, sadarkah anda? Bahwa seseorang yang telah bermain-main dengan cinta maka syaithan yang akan mempermainkannya. Padahal, cinta bukanlah sebuah permainan yang dapat dengan seenaknya dimain-mainkan.
            Jikalau begitu, masihkah anda ingin terlena dengan dilema cinta? Kita pasti sudah mengetahui banyak sekali kisah cinta yang dilematis. Banyak kaum remaja yang terjebak di dalam persoalan cinta.
            Kita sudah sering mendengar kisah tentang seorang pemuda yang pikirannya terbang melayang entah kemana memikirkan pujaan hatinya. Kita sudah pernah mendengar tentang seorang gadis yang hampir gila hanya karena menunggu pinangan dari sang arjuna tercinta. Kita sudah sering tentang seseorang yang melakukan zina hanya karena dasar pembuktian cinta. Padahal, pada hakikatnya cinta adalah salah satu unsur yang membangun kehidupan umat manusia
            2 mata pisau itu bernama cinta

            Cinta secara umum memiliki dua wajah yang berbeda. Yaitu destruktif (merusak) dan instruktif (membangun). Cinta yang destruktif adalah cinta yang di zaman sekarang telah banyak tersebar. Cinta yang menghancurkan adalah cinta yang dibangun atas dasar hawa nafsu.
            Tidak sedikit orang yang terjebak dalam permainan cinta karena gelora hawa nafsunya. Sudah begitu banyak kisah cinta yang tragis akibat luapan cinta dan nafsu yang tak tertahankan. Mulai dari kesucian dan kemuliaan seorang wanita yang ternodai hanya karena alasan cinta, perkosaan yang semakin memuncak, pembunuhan karena memperebutkan seorang wanita, dan masih banyak lagi. Pengaruh cinta yang demikian memang begitu kuat dan mengakar dalam setiap perasaan manusia pada dasarnya.
            Bahaya cinta dengan nafsu:
  1. mengeruhkan hati
  2. menyulitkan untuk mendapatkan hidayah
  3. terlalu sering berangan-angan
  4. dapat menjerumuskan ke dalam perilaku maksiat
Disamping cinta dengan nafsu yang bersifat destruktif, ada lagi sebuah bentuk cinta yang instruktif (membangun). Yaitu cinta yang dilandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.
Apa maksudnya? Kita mencintai sesama makhluk Allah demi menjalankan perintah Allah,
dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,” (Q.S. al-Hujuraat: 7)


Ya, cinta yang seperti inilah yang harus kita tiru. Masih banyak kisah cinta yang dapat kita ambil hikmahnya,
Sesungguhnya Umar bin Khattab pernah berkata bahwa dirinya lebih mencintai Rasulullah dibandingkan dengan dirinya sendiri. Ketika Abdullah bin Umar menanyakannya tentang hal itu, Umar menjawab:
“Aku memikirkan tentang diriku, kepada siapakah sebenarnya aku lebih banyak membutuhkan. Kepada Rasul ataukah kepada diriku sendiri? Kemudian aku teringat tatkala berada dalam kesesatan dan sekiranya Allah tidak menjadikan Rasulullah sebagai penyebab datangnya hidayah kepadaku. Kemudian aku juga teringat bahwa pada hari kiamat kelak aku tidak akan mampu menggapai surga firdaus kecuali dengan kecintaanku pada Rasulullah. Barulah aku mengerti bahwa aku lebih banyak membutuhkan beliau daripada diriku. Maka, aku lebih mencintai beliau daripada diriku”
“Allah swt berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku” (Hadits Qudsi)
Dan apa manfaat cinta karena Allah?
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Ali Imran: 31)

Wallahu a’lam





Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar