Masalah Ummat: Adab yang Terlupakan

7 November 2009

Kita pada zaman sekarang telah berada dalam zaman yang begitu hina dihadapan Allah. Mengapa? Coba saja kita lihat sekeliling kita, berapa banyak orang yang sudah melalaikan perintah Allah dan rasul-Nya? Mulai dari yang terkecil hingga yang paling besar hampir seluruh orang di dunia ini telah melakukannya, minimal yang paling kecil sedikit pun.

            Sekarang saya akan membahas tentang kelalaian yang paling sering dilakukan oleh hampir seluruh umat manusia di zaman sekarang. Apa itu? Yaitu kehilangan adab dalam berkelakuan. Disadari atau tidak kita selama ini telah banyak melanggar aturan Allah dan rasul-Nya dalam bidang adab ini.

                     Sahabat…
            Sekarang saya akan berbicara tentang fakta, yaitu fakta yang sekarang sangat memilukan hati. Dimana umat Islam saat ini telah melupakan ajaran Allah dalam seluruh sendi kehidupan.
Betapa sering kita dapatkan anak-anak dan remaja kaum muslimin turut terbius dalam bayang-bayang kelam. Terbius dengan budaya sampah peradaban tetapi mengatasnamakan hak dan kebebasan. Lihat saja sekarang! Betapa umat manusia sekarang telah tidak punya kehormatan karena wanita yang katanya harus dibebaskan dari belenggu abad pertengahan (jilbab), harus dilepaskan dari pakaian yang membelenggu tubuh mereka, harus memperlihatkan keelokkan tubuh mereka dengan cara yang tak bermoral dan tak beradab!

 Lihatlah kondisi wanita muslim sekarang! Yang telah hilang rasa malunya hingga hilang pula martabat dan kehormatannya! Yang telah berada dalam jurang kenistaan demi kata-kata ‘kebebasan’, yang telah menjadi orang-orang yang selalu berpegang teguh dengan ‘kitab’ mode dan berkiblat pada barat. Yang telah rela membelanjakan uangnya dengan sia-sia hanya demi melihat idolanya berakting dalam layar perak dalam keadaan hina di mata Allah. Yang telah rela menghabiskan hartanya demi membeli sehelai pakaian yang tidak akan bisa menjaga dirinya dari adzab Allah dan akan menjadi fitnah yang besar. Bahkan, jika dihubungkan dengan hadits Rasulullah, maka hal itu bisa disebut sebagai “berpakaian tapi telanjang” yang dimana para wanita yang seperti itu di akhirat tidak akan bisa mencium wanginya surga. Padahal wangi surga itu bisa dicium sejauh perjalanan bertahun-tahun.
Sahabat…
Betapa banyak kita dapati kaum muslimin sekarang baik tua atau muda, laki-laki dan perempuan, terbius dengan racun peradaban barat atau hedonisme.

Betapa banyak orang Islam terutama kaum remaja tersihir oleh keberadaan MUSIK yang dalam pendapat para ulama disebut MANTRA-MANTRA ZINA. Tak heran angka perkosaan dan pencabulan serta seks bebas terus melonjak dari tahun ke tahun. Betapa sering kita lihat orang-orang berkerumun dan membelanjakan hartanya di dalam sebuah mall yang pada hakikatnya merupakan sebuah pasar. Dan pada hakikatnya pasar adalah tempat yang paling dibenci oleh Allah. Dan betapa sering kita lihat masjid-masjid yang pada hakikatnya adalah tempat yang paling disukai Allah itu sangatlah sepi.
Sahabat…
Kita telah seringkali melalaikan perintah Allah dalam bidang adab. Kita telah sering melupakan adab-adab yang telah diajarkan dalam Islam. Berikut contoh adab yang paling sering dilanggar:

  1. Minum dan makan sambil berdiri
Kesalahan ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan oleh umat Islam di zaman sekarang. Dengan beredarnya produk-produk makanan ringan yang instan menjadikan umat Islam memilih makan sambil berdiri. Apalagi sekarang di kota-kota besar di Indonesia, jika seseorang mengadakan jamuan pernikahan, maka tempat jamuan itu disebut sebagai standing party menjadikan para tamu makan berdiri.
Hal ini dilarang dalam Islam, sesuai dengan uraian di bawah ini:
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, dari Nabi saw, "Bahwasanya beliau telah melarang seseorang minum sambil berdiri," (HR Muslim [2024]).Qatadah berkata, "Kami tanyakan, bagaimana dengan makan?" Beliau menjawab, "Lebih buruk dan menjijikkan."
Diriwatkan dari Abu Sa'id al-Khudri r.a, "Bahwasanya Nabi saw. mencela minum sambil berdiri," (HR Muslim [2025]).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda, 'Janganlah salah seorang dari kalian minum sambil berdiri dan bagi yang lupa ia muntahkan'," (HR Muslim [2026]).


  1. Minum atau makan dengan tangan kiri
Dari Jabir bin Aabdillah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan itu juga makan dengan tangan kiri.”(HR Muslim no. 2019) dari Umar radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Jika salah seorang diantara kalian hendak makan maka hendaknya makan dengan menggunakan tangan kanan, dan apabila hendak minum maka hendaknya minum juga dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kiri dan juga minum dengan menggunakan tangan kirinya.” (HR Muslim no. 2020) Imam Ibnul Jauzi mengatakan, “karena tangan kiri digunakan untuk cebok dan memegang hal-hal yang najis dan tangan kanan untuk makan maka tidak sepantasnya salah satu tangan tersebut digunakan untuk melakukan pekerjaan tangan yang lain.” (Kasyful Musykil, hal 2/594)
Meskipun hadits-hadits tentang hal ini sangatlah terkenal dan bisa kita katakan orang awam pun mengetahuinya, akan tetapi sangat disayangkan masih ada sebagian kaum muslimin yang bersih kukuh untuk tetap makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri. Apabila ada yang mengingatkan, maka dengan ringannya menjawab karena sudah terlanjur jadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Tidak disangsikan lagi bahwa prinsip seperti ini merupakan tipuan syaitan agar manusia jauh dari mengikuti aturan Allah yang Maha Penyayang. Lebih parah lagi jika makan dan minum dengan tangan kiri ini disebabkan faktor kesombongan.
Dari Salamah bin Akwa radhiyallahu ‘anhu beliau bercerita bahwa ada seorang yang makan dengan menggunakan tangan kiri di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Melihat hal tersebut Nabi bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu.” “Aku tidak bisa makan dengan tangan kanan,” sahut orang tersebut. Nabi lantas bersabda, “Engkau memang tidak biasa menggunakan tangan kananmu.” Tidak ada yang menghalangi orang tersebut untuk menuruti perintah Nabi kecuali kesombongan. Oleh karena itu orang tersebut tidak bisa lagi mengangkat tangan kanannya ke mulutnya.” (HR Muslim no. 2021)
Dalam riwayat Ahmad no. 16064 dinyatakan, “Maka tangan kanan orang tersebut tidak lagi bisa sampai ke mulutnya sejak saat itu.” Imam Nawawi mengatakan, “Hadits ini menunjukkan bahwa kita diperbolehkan untuk mendoakan kejelekan terhadap orang yang tidak melaksanakan aturan syariat tanpa aturan yang bisa dibenarkan. Hadits di atas juga menunjukkan bahwasanya amar ma’ruf nahi munkar itu dilakukan dalam segala keadaan. Sampai-sampai meskipun sedang makan. Di samping itu hadits di atas juga menunjukkan adanya anjuran mengajari adab makan terhadap orang yang tidak melaksanakannya (Syarah shahih Muslim, 14/161)
Meskipun demikian jika memang terdapat alasan yang bisa dibenarkan yang menyebabkan seseorang tidak bisa menikmati makanan dengan tangan kanannya karena suatu penyakit atau sebab lain, maka diperbolehkan makan dengan menggunakan tangan kiri. Dalilnya firman Allah,“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. al-Baqarah: 286)
3.      hilang adab pada orang tua

Sekarang anak-anak muda telah lupa bagaimana cara mereka dilahirkan, dirawat, dan diberi kasih sayang pada orang tua mereka. Mereka telah lupa bahwa mereka adalah darah daging orang tuanya yang telah berjuang menafkahkannya.
Ingatkah kita pada kisah Alqamah dengan ibunya? Ketika Alqamah sekarat hanya karena ibunya tidak memaafkan dirinya.
Zaman sekarang orang tua sudah banyak yang hampir gila karena anaknya. Salah seorang tetangga saya yang pernah tinggal di Amerika mengatakan bahwa dirinya terkadang sering melihat para orang tua suka berbicara sendiri dan mendekati gila karena sikap anaknya.
Zaman sekarang banyak anak yang celaka karena orang tuanya dan banyak pula orang tua yang celaka karena anaknya. Coba saja lihat berapa banyak remaja yang tersesat dalam lubang kehinaan karena kurangnya pendidikan dari orang tuanya yang sibuk mengejar dunia. Lihatlah! Berapa banyak orang yang telah melakukan kecurangan dalam bekerja hanya demi memenuhi kebutuhan anaknya.


Wallahu a’lam



Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar