Sombong: Penyakit Hati dari Iblis

22 November 2009



“sombong adalah melecehkan orang lain dan menolak kebenaran” (H.R. Tirmidzi)
            Sahabat…
            Masih ingatkah kita kepada kisah penciptaan Adam? Masih ingatkah kita tentang kisah Iblis yang tidak mau bersujud kepada Adam? Masih ingatkah kita dengan dialog Allah dengan Iblis yang telah direkam dalam al-Qur’an?

            “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina…” (Q.S. al-A’raaf: 11-13)

            Ya, ini adalah salah satu kisah yang agung. Kisah penciptaan manusia, dan kisah konflik antara Adam dan Iblis merupakan kisah yang sarat makna. Banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dari kisah tersebut. Namun pada kali ini saya hanya akan mengambil satu dari sekian banyak pelajaran dari kisah ini. Apa itu? Pelajaran itu bernama “SOMBONG”

            Kesombongan adalah awal dari keruntuhan
            Mengapa pada awal tulisan ini saya membahas kisah Iblis tadi?
            Sahabat…
            Tahukah anda? Bahwa sebelum Adam diciptakan, Iblis adalah makhluk yang paling beriman dan bertaqwa kepada Allah. Dirinya adalah makhluk yang paling patuh pada perintah Allah. Iblis saat itu merupakan makhluk yang paling setia kepada Allah sehingga dirinya tinggal dan hidup di surga.
            Tetapi apa yang terjadi? Setelah Allah menciptakan Adam. Iblis yang merupakan makhluk yang patuh tiba-tiba membangkang kepada Allah hanya karena satu alasan saja: sombong. Iblis merasa dirinya lebih mulia daripada Adam. Dan apa yang terjadi kemudian? Allah mengutuk Iblis dan mengusirnya dari surga.

            Cobalah anda renungkan. Iblis saja yang telah lama tinggal di surga ternyata harus terusir hanya karena satu kesalahan saja, yaitu kesombongannya. Iblis yang dulunya ahli ibadah tiba-tiba harus berubah nasib dengan sangat cepat. Semula Iblis adalah makhluk yang baik, tapi dalam sekejap dia harus berubah status menjadi makhluk yang terkutuk. Apa yang menyebabkan itu semua? Apa yang menyebabkan Iblis keluar dari surga? Apa yang membuat Iblis menjadi makhluk yang terkutuk? Karena terdapat kesombongan dalam hati Iblis.
            Sahabat…
            Cobalah anda renungkan. Iblis padahal baru sekali saja melanggar perintah Allah. Saya tekankan lagi, bahwa Iblis baru satu kali saja melanggar perintah Allah, yaitu sombong. Tetapi dirinya langsung terusir dari surga. Bandingkanlah dengan diri anda sekarang. Apakah dalam hati anda masih terdapat kesombongan?
            Sombong adalah rintangan
            Sombong adalah penyakit hati yang sering datang pada diri manusia. Sombong biasanya diikuti dengan sikap negatif lainnya, antara lain iri, dengki, dll. Sombong dapat mengakibatkan berbagai macam hal yang negatif, antara lain sulit mendapatkan hidayah, mengeraskan hati, melalaikan perintah Allah, dll.
Sejarah telah membuktikan bahwa sombong adalah sikap yang bersifat destruktif atau menghancurkan. Perlu bukti?
Masih ingatkah kita kepada kisah Qarun dan Fir’aun? Mereka berdua adalah dua orang termasyhur di masa Nabi Musa. Tetapi apa yang membuat kedua orang ini celaka? Mereka selalu menyombongkan diri di hadapan orang lain. Fir’aun yang dengan congkaknya mengaku sebagai Tuhan, dan Qarun yang tidak mau menggunakan hartanya dengan baik.
Begitu pula dengan Bani Israil (Yahudi) yang dengan sombongnya tidak mau mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul Allah yang terakhir.
Singkat cerita, berawal dari zaman sebelum Nabi Muhammad SAW terlahir ke dunia. Kaum Yahudi yang merupakan kaumnya para Nabi dan Rasul sebenarnya telah mengetahui ciri-ciri nabi akhir zaman berdasarkan kitab Taurat dan Injil. Mereka yang saat itu hidup dalam kemakmuran ternyata terdapat kesombongan karena merasa bahwa nabi akhir zaman akan muncul dari kaum Yahudi. Kenapa? Karena dijelaskan dalam kitab mereka bahwa nabi akhir zaman akan muncul dari kalangan saudaramu (bangsa Yahudi). Maka dari itu mereka sombong dan mengira bahwa nabi akhir zaman akan muncul di antara mereka. Maka pada saat itu, setiap kali mengalami perkara atau permasalahan dengan orang lain mereka selalu menyombongkan diri dengan berkata,
“tunggulah kedatangan nabi akhir zaman. Dia akan membantu kami menaklukkan kalian,”

Ya, kaum Yahudi selalu membanggakan diri karena merasa bahwa mereka adalah kaum yang paling utama dibandingkan bangsa lain di seluruh dunia. Namun apa yang terjadi selanjutnya? Ternyata Allah berkehendak lain. Ternyata nabi dan rasul Allah yang terakhir terlahir di tengah-tengah bangsa Arab, bangsa yang saat itu merupakan bangsa yang paling terbelakang di dunia. Mengetahui hal itu, bangsa Yahudi akhirnya jatuh harga dirinya. Mereka pun akhirnya mengingkari kebenaran meskipun mereka tahu akan kebenaran itu. Mereka tidak mau mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai nabiyullah dan rasulullah yang terakhir. Mereka melakukan hal itu hanya karena satu hal: mereka sombong.
Melihat realitas tersebut, maka kita sudah bisa menyimpulkan bahwa sombong merupakan sifat yang harus kita jauhi. Karena jika dalam hati kita masih ada kesombongan, maka hal itu bisa menghalangi kita ke surga. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW:
 "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan sebesar dzarrah " (H.R. Muslim)
“Barangsiapa membanggakan dirinya sendiri dan berjalan dengan angkuh maka dia akan menghadap Allah dan Allah murka kepadanya” (HR. Ahmad)
Dalam al-Qur’an juga dijelaskan tentang kesombongan
“dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Q.S. Luqman: 18)
Sombong dalam segala hal
Pertama: NASAB KETURUNAN. Orang yang punya nasab keturunan yang tinggi menganggap hinaorang yang tidak memiliki nasab tersebut, sekalipun ia lebih tinggi ilmu dan amalnya. Kadang sebagian mereka menyombongkan diri lalu menganggap orang lain sebagai pengikut dan budaknya, sehingga ia enggan bergaul dan duduk bersama mereka. Rasulullah bersabda "Hendaklah orang meninggalkan kebanggan terhadap nenek moyang mereka yang telah menjadi batu bara di neraka."(HR. Abu Daud)

Kedua: HARTA KEKAYAAN. Hal ini biasanya terjadi dikalangan para raja, pemimpin, para konglomerat, pengusaha, tuan tanah, dan para pejabat negara serta keluarga mereka. Mereka membanggakan kedudukan dan hartanya sehingga merendahkan dan melecehkan orang lain. Orang-orang semacam ini bila tidak bertaubat akan berakhir seperti Qarun yang ditelan bumi karena kesombongan terhadap hartanya.
            Ketiga: ILMU PENGETAHUAN. Demikian cepatnya kesombongan menjangkiti para ulama (kaum intelektual) sehingga seorang berilmu pengetahuan mudah merasa tinggi dengan ilmu pengetahuannya. Ia merasa paling mulia diantara manusia. Ia memandang dirinya lebih tinggi dan lebih mulia disisi Allah ketimbang yang lainnya. Hal demikian bisa terjadi karena ilmu yang didapat lebih berorientasi pada duniawi semata, tanpa dilandasi keikhlasan dan pensucian jiwa dalam menuntutnya. Sebab ilmu yang didapat dengan ikhlas karena Allah dan hati yang jujur akan melahirkan sikap tawadhu' dan rasa takut kepada Allah.

            Keempat: AMAL dan IBADAH. Orang-orang yang zuhud dan para ahli ibadah tidak terlepas pula dari nistanya kesombongan, kepongahan dan tindakan melecehkan orang lain. Dengan amal dan ibadahnya ia merasa yakin akan selamat, sementara orang lain akan binasa. Sabda Rasulullah SAW "Cukuplah seseorang dinilai telah berbuat kejahatan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim" (HR. Muslim)
            Kelima: KECANTIKAN/KETAMPANAN. Kecantikan atau ketampanan seseorang bisa meyebabkan dirinya sombong dengan cara merendahkan dan menyebut-nyebut keburukan rupa orang lain.
 Dengan definisi yang disebutkan oleh Rasulullah SAW itu, tentulah banyak keburukan yang terdapat di dalam sifat sombong (takabbur), sehingga wajar jika kemudian kesombongan menjadi penghalang masuk surga, sebagaimana dalam hadits shahih Baginda Rasul bersabda: " Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan sebesar dzarrah ". Hal itu disebabkan karena kesombongan menghalangi hamba dari semua akhlaq yang seharusnya disandang oleh orang mu'min, sedangkan akhlaq-akhlaq itu adalah pintu surga, dan kesombongan penutup pintu-pintunya. Sebab, seseorang tidak bisa mencintai kaum mu'minin sebagaimana ia mencinta diri sendiri bila di dalam hatinya masih ada kesombongan, begitu juga dengan perbuatan-perbuatan lainnya yang muaranya adalah karena adanya kesombongan dalam hatinya (dikutip dari http://khairunnisahafizhah.multiply.com)

Akibat dari sombong
1.      Masuk ke dalam neraka
2.      sulit mendapatkan ilmu
3.      mengeraskan hati
4.      menolak hidayah
5.      mendapatkan laknat Allah
6.      rugi di dunia dan di akhirat

Wallahu a’lam


Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar