Today is a New Day

7 Juli 2010

Suatu hari ketika matahari terbit hari itu memanggil-manggil “Aku hari baru, terhadap amalmu menjadi saksi, maka manfaatkanlah aku, aku tidak akan kembali sampai hari kiamat
-Hasan Bashri-

            Pernah nonton Chicken Little? Ya, film yang mengisahkan tentang kehidupan seekor anak ayam yang serba berkekurangan, sempat menghebohkan kotanya karena menganggap langit jatuh. Sempat membuat ayahnya malu dengan tingkah ‘gila’nya di depan penduduk kota. Di sekolah pun dia tergolong unpopular. Dari segi fisik, maka poinnya minus. Kerdil, berkacamata, lemah, dan hanya berbobot kurang dari 3 kg. Yah, bisa disebut sebagai pecundang sejati.
            Tetapi, ada satu hal yang membuat tokoh ini tampak begitu brilian. Mengapa? Ya, karena dia memiliki semangat, semangat juang yang tinggi, semangat seorang pejuang sejati. Dia memiliki moto hidup yang bisa membuat orang terkagum, “today is a new day”, hari ini adalah hari yang baru.
            Ya, dengan semangat ini, dirinya berhasil membuktikan bahwa dirinya bukanlah seorang pecundang, melainkan pejuang. Dirinya berhasil mengangkat nama baiknya sekaligus ayahnya dalam pertandingan baseball di kotanya. Sebuah gelar prestisius bagi orang banyak.
            Dan kita, kaum muslimin, sudah saatnya mengambil pelajaran dari sekilas kisah di atas. Apa itu?
            Tentu saja, siapapun anda di masa lalu, jangan biarkan bayangan dari masa lampau itu menghantui anda. Jangan pernah anda berhenti hanya karena latar belakang anda yang terbelakang. Tidak jadi soal ketika anda dulunya adalah seorang pendosa. Tapi yang penting, langkah anda saat ini, perbuatan anda sekarang, tingkah laku anda detik ini juga.
            Seorang Umar bin Khattab menjadi seorang amirul mukminin, pemimpin orang-orang yang beriman. Tidak peduli bagaimana kelamnya masa lalu Umar. Seorang Umar, yang pernah menyembah berhala dari kurma –riwayat lain menyebutkan roti- dan akhirnya memakannya karena kelaparan. Seorang Umar, yang pernah menampar adiknya hingga jatuh tersungkur. Seorang Umar, yang pernah menghunuskan pedangnya demi berniat membunuh nabi. Pada akhirnya, beliau bangkit dari keterpurukkan. Dan dengan kesungguhannya –Qaddarallah-, beliau menjadi salah satu orang yang paling bertaqwa dari umat ini! Tidak ada yang ambil pusing bagaimana kelakuan Umar sebelumnya. Tetapi yang dilihat adalah perbuatannya yang dilakukannya, saat itu juga.
            Atau ingatkah dengan kisah si pembunuh 100 orang? Yang akhirnya masuk surga hanya karena sebuah niat di hatinya: berubah, berubah menuju kebaikan, saat itu juga.
            Begitu pula kisah pelacur yang masuk surga setelah memberikan minuman kepada anjing yang kehausan. Dan itu menunjukkan, bahwa sekecil apa pun niat kebaikan anda, dan ketika anda melakukannya, maka langkah perubahan anda saat itu juga tidak akan pernah sia-sia.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya
QS az-Zalzalah: 7

            Ya, sesungguhnya rahmat Allah begitu luas, dan pintu ampunanNya begitu lebar. Bahkan kepada orang non-muslim yang berhijrah dari keburukan kepada kebaikan saja Allah tetap mengasihi mereka.

...Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu...
QS al-Anfaal: 38

Karena itu, tunggu apa lagi? Segeralah melangkah ke arah yang lebih baik, sekecil apapun langkah itu. Dan lakukan saat itu juga! Jangan sekali-kali dibayang-bayangi oleh masa lalu yang telah menjadi sejarah yang tidak akan pernah terulang. Jadikan saat ini juga sebagai lembaran baru hidup anda. Jangan dihantui oleh lembaran-lembaran kusam yang telah terjadi di masa lalu. Jalanilah hidup anda, dan hidup anda tidak akan pernah mengalami siaran ulang. Hidup anda adalah siaran langsung dari pementasan drama kehidupan. Karena itu, mulailah langkah kebaikan itu saat ini, sekarang juga. Karena hidup anda itu siaran langsung, life is live. Today is a new day!
Wallahu a’lam.

Artikel Terkait



2 komentar:

  • Wawawiwi

    Pertamax! Bagus postingnya

  • Syaifullaah

    Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh.
    Subhanallaah, sngguh memtvsi artkel ini, Yaa Jundullaah. & smga ttap istiqamah untuk meniti 'ilmu ahlussunnah di : as-salaf-as-shalih.blogspot.com. Jazakumullaahu khairan.

  • Poskan Komentar