Remaja Islam Sepanjang Sejarah

24 April 2010
Sejarah dunia telah mencatat banyak nama-nama besar dari orang-orang luar biasa yang telah mengukir prestasi dalam mempengaruhi dan mengubah dunia. Baik dari dunia barat maupun dari dunia timur. Kita pasti telah mengenal siapa itu Napoleon Bonaparte, sang Kaisar Perancis. Atau kita mengenal siapa itu Thomas Alva Edison, sang penemu serba bisa. Dan jika kita beralih ke dunia timur, maka kita akan mengetahui sosok seperti Ibnu Sina, Jabir bin Hayyan, al-Khawarizmi, Tariq bin Ziyad, dan Muhammad II al-Fatih.
            Memang, jika kita melihat pengaruh mereka bagi dunia maka tentu kita akan mendapati bahwa sejarah hidup mereka penuh dengan kegemilangan dalam kontribusi mereka bagi dunia. Namun tahukah anda, bahwa ternyata banyak diantara mereka yang rupanya satu golongan: Pemuda!
            Ya, mereka yang telah mengubah arah perputaran roda zaman –dengan kehendak Allah tentunya- ternyata banyak dari golongan pemuda. Bahkan, hingga zaman sekarang pun peran pemuda dalam kancah dunia tidaklah pudar. Kita tentu mengenal apa itu Facebook, You Tube, Google, Yahoo, dll. Yang merupakan hasil karya dari tangan-tangan kreatif para pemuda yang luar biasa, seperti Mark Zuckerberg, . Larry Page dan Sergey Brin, dan masih banyak lagi.
            Mengapa para pemuda ternyata mampu memiliki kekuatan besar untuk melakukan hal itu semua? Jawabannya adalah karena sesungguhnya pemuda merupakan investasi bagi masa depan umat manusia. Dan sejarah telah membuktikannya. Mulai dari jatuh bangunnya peradaban umat manusia dari masa lalu hingga masa kini.
            Masih ingatkah kita dengan revolusi Perancis? Di saat itu, pengaruh seorang pemuda sangatlah besar, dan siapakah pemuda itu? Dia bernama Robespierre. Pemuda yang menjalankan pemerintah teror di Perancis. Dan akhirnya, ia pun dieksekusi di bawah Guillotine. Dan saat itu pun muncul tokoh yang tak lagi asing bagi sejarah, Napoleon Bonaparte yang pada akhirnya menjadi kaisar Perancis setelah menggulingkan rezim yang berkuasa saat itu.
            Atau masih ingatkah kita kepada zaman pertengahan, ketika hegemoni Tartar dan Mongol menguasai dunia. Jenghis Khan –yang sejak dari muda telah menjdai pemimpin yang berhasil- meluaskan daerahnya hingga menyentuh kekuasaan Islam saat itu, Abbasiyah. Bahkan, cucunya, Hulaghu Khan dan tentaranya akhirnya berhasil menumbangkan kekhalifahan besar itu. Baghdad ditaklukkan dan Khalifah al-Mu’tashim serta keluarganya dibunuh. Saat itu dunia benar-benar jatuh ke dalam ketakutan yang luar biasa kepada kekuatan Mongol. Tetapi, ternyata mitos ‘tentara tak terkalahkan’ itu akhirnya berhasil dipatahkan oleh tentara kaum muslimin di bawah pimpinan seorang panglima muda dari Mesir, Saifuddin Qutz. Kemenangan yang gemilang dalam Perang ‘Ain Jalut akhirya menyurutkan langkah Mongol menguasai dunia. Dan hal itu berhasil dilakukan dibawah komando seorang pemuda!
            Sejarah pun telah megenal siapa itu Tariq bin Ziyad, penakluk Spanyol pada masa al-Walid bin Abdul Malik, Khalifah Bani Umayyah. Saat itu, dirinya menaklukkan wilayah itu dalam usia yang sangat muda, Kurang dari 30 tahun.
Atau mungkin yang paling fenomenal dalam sejarah, yaitu Muhammad bin Murad al-Fatih! Sultan dari Turki Utsmani yang lebih dikenal dengan nama Muhammad II al-Fatih ternyata berhasil menaklukkan salah satu imperium paling berkuasa dan kokoh sedunia, Romawi Timur! Dirinya berhasil membuka dan menaklukkan kota yang paling kokoh dan sulit ditaklukkan saat itu, kota Konstantinopel atau Byzantium. Kota itu memiliki benteng yang kuat dan kokoh, ditambah lagi dilindungi oleh perbukitan yang menambah kesulitan untuk menembusnya. Sebenarnya kota itu telah berkali-kali diserang oleh kaum muslimin, dari masa Bani Umayyah dibawah pimpinan Abu Ayyub al-Anshari hingga masa ayahnya, Murad II. Namun akhirnya kota itu ditaklukkan oleh Muhammad al-Fatih yang saat itu baru berusia 21 tahun!
Sejak zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga ternyata telah banyak pemuda-pemuda luar biasa yang berhasil mengharumkan nama Islam dan nama mereka di dunia. Sebut saja Zaid bin Tsabit, shahabat Nabi yang tidak sempat turut dalam Perang Badr dan Uhud karena usianya yang masih muda, namun karena kesungguhannya dirinya mampu menjadi pemuda cemerlang yang diangkat sebagai sekretaris Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menguasai banyak bahasa, diantaranya Ibrani dan Suryani.
Atau mungkin ada Usamah bin Zaid bin Haritsah, putera salah satu shahabat senior, Zaid bin Haritsah. Usamah yang waktu itu berusia kurang dari 20 tahun telah diutus oleh Nabi –yang saat itu di akhir hayatnya- untuk menjadi komandan pasukan perang yang menyerbu daerah Romawi.
Kemunduran pemuda Islam
Jika tadi kita melihat banyak sekali figur pemuda Islam yang begitu hebat, maka sekarang kita memiliki sebuah pertanyaan besar,
“Mengapa saat ini, pemuda kaum muslimin mengalami kemunduran yang drastis?”
Saat ini sepertinya pemuda Islam begitu lemah dan tidak dapat berbuat apa-apa. Para pemuda Islam telah terlena dengan dunia hingga akhirnya pribadi mereka menjadi lemah. Berbeda sekali dengan Ibnu Sina yang sejak umurnya 17 tahun telah mampu membuka praktik sendiri, bahkan dirinya akhirnya diangkat sebagai dokter pribadi khalifah.
Mengapa hal itu terjadi? Karena saat ini para pemuda Islam telah kehilangan figur teladan dalam kehidupan mereka. Saat ini banyak diantara pemuda kaum muslimin terjerat virus globalisasi yang akhirnya menghilangkan sosok-sosok pemuda luar biasa sepanjang sejarah dari dunia Islam. Bahkan yang disebarluaskan malah artis-artis yang merupakan produk-produk kenistaan dunia. Saat ini pemuda banyak menirukan gaya hidup tidak baik dan bertabiat buruk dari tradisi barat. Mulai dari hedonisme, hura-hura, foya-foya, dll.
Saat ini kita kehilangan sosok pemuda seperti Usamah bin Zaid sang komandan, Tariq bin Ziyad yang kuat, Abdullah bin Mas’ud yang amanah, Abdullah bin Abbas yang berilmu, Zaid bin Tsabit yang cerdas, Ali bin Abi Thalib yang perkasa, dan Muhammad al-Fatih sang penakluk.
Kita justru saat ini sering sekali mendapati kondisi pemuda seperti kondisi Kan’an bin Nuh yang menolak kebenaran, sosok Samiri yang menyesatkan, atau sosok Abdullah bin Ubay bin Salul yang munafik, atau sosok-sosok lainnya yang bodoh dan jahil dalam ilmu.
Kita kehilangan figur dan pribadian seorang muslim pada remaja muslim saat ini. Dan tentunya, hal ini sangatlah miris mengingat kita pernah berjaya karena para pemuda cemerlang dan luar biasa.
Karena itu, sudah seharusnya para pemuda kita menjauh dari perilaku-perilaku kenakalan remaja yang mampu menjatuhkan harkat dan martabat kita sebagai umat Islam, umat terbaik yang pernah dilahirkan ke dunia.
Wallahu a’lam       

                                                        
                                                                                                                          

Artikel Terkait



1 komentar:

  • Kaffah Moslem

    artikel yg bgus..
    boleh ia copypaste..

    blog q www.moslem-nice.blogspot.com

  • Poskan Komentar