Melakukan Bid'ah dengan Dalil Berniat Baik, Bolehkah?

17 Juni 2011 4 komentar
Muqaddimah
Segala puji hanya bagi Allah, kami memujiNya, meminta pertolonganNya, dan memohon ampunanNya, dan kami berlindung atas kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak akan disesatkan, dan barangsiapa yang disesatkan olehNya maka tidak ada petunjuk bagi mereka.
Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarganya, para shahabatnya, dan ummatnya yang istiqamah hingga akhir zaman.
Amma ba’d:
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyampaikan agama ini dengan sempurna. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an,
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu...
(QS. Al-Maidah: 3)
            Namun rupanya, ada di antara sebagian kaum muslimin yang menambah-nambah ritual-ritual peribadatan dalam agama ini dengan dalil “sesungguhnya setiap amalan tergantung dari niat”. Mereka mengaku berniat baik dengan mengadakan bid’ah-bid’ah tersebut. Dan untuk orang seperti ini, saya katakan “subhanallah! Antum bermaksiat pada Allah dan rasulNya dengan mengatasnamakan sunnah Rasulullah? Sungguh, hal itu adalah suatu kesesatan yang nyata. Anda mengaku beribadah namun hakikatnya antum melakukan bid’ah!”

Apa Maksud dari Sikap Pertengahan Seorang Muslim?

16 Juni 2011 0 komentar

Pertanyaan:
Apakah yang dimaksud dengan al-Wasath (sikap pertengahan) di dalam agama? Mohon penjelasan yang rinci dan memuaskan dari yang mulia, semoga Allah membalas jasa anda terhadap Islam dan kaum muslimin dengan sebaik-baik balasan.
Jawaban:
Pengertian al-wasath dalam agama adalah seseorang tidak boleh berlaku ghuluw (berlebih-lebihan) di dalamnya sehingga melampaui batasan yang telah ditentukan oleh Allah dan tidak pula taqshir, teledor di dalamnya sehingga mengurangi batasan yang telah ditentukan Allah.

Kupas Tuntas Masalah Hukum Shalat Jama' Qashar dan Hukum Shalat bagi Musafir

5 komentar
Muqaddimah
Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah pada junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarganya, para shahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.
Amma ba’du:
Shalat merupakan rukun Islam yang kedua dan sangatlah penting. Saking pentingnya ibadah ini tidak boleh sekali pun ditinggalkan oleh hamba-hambaNya. Bila ada yang memiliki udzur, maka tetap wajib mendirikan shalat dengan mengambil rukhshah (keringanan dari Allah) agar mereka tetap shalat di saat kondisi apa pun. Dan umumnya masalah yang dihadapi kaum muslimin saat ini adalah shalat dalam keadaan safar (berpergian). Dan sudah seharusnya kita mengetahui tentang bagaimana Allah telah memudahkan para musafir yang hendak shalat dengan menggunakan Jama’ dan Qashar. Berikut adalah uraian yang semoga mendatangkan manfaat bagi kita mengenai shalat Jama’ dan Qashar bagi mereka yang memiliki udzur.