Mengapa Syiah Terpusat di Iran?

2 September 2010

Seperti yang kita ketahui, bahwa Iran adalah salah satu negara Syiah terbesar di dunia. Iran terkenal dengan sejarahnya yaitu ‘Revolusi Islam Iran’ yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini, seorang pemimpin besar Syiah. Namun, pernahkah kita bertanya, “mengapa Syiah itu terpusat di Iran, tidak di negara lain?” Baik, dalam menjawab hal itu sudah seharusnya kita kembali menengok sejarah masa lalu.
            Iran merupakan negara yang dulu dikenal dengan Persia, sebuah kerajaan yang besar. Penduduknya menganut agama Majusi (penyembah api, lebih dikenal sebagai Zoroasterisme). Kehidupan mereka bergelimang harta, karena memang kota-kotanya indah dan subur, serta peradabannya cukup maju pada masa itu.
            Pada abad ke-7 M, ketika cahaya Islam baru saja menjadi kekuatan besar yang patut diperhitungkan dalam percaturan kekuasaan di dunia, Islam tampil sebagai rising star dibawah pimpinan Umar bin Khattab. Ketika itu, Umar mengembangkan wilayah Islam hingga ke Persia yang saat itu bernama Sassania. Pertempuran melawan Persia yang terkenal adalah Perang Qadisiyah antara Saad bin Abi Waqqash melawan panglima Persia, Rustum. Persia pun kalah dan makin lama Kekaisaran Persia di ambang kehancuran. Hingga akhirnya Persia benar-benar runtuh dalam Perang Madain (651 M).
            Saat itu, banyak kaum Majusi yang berpura-pura masuk Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam. Mereka menyusun rencana demi meruntuhkan kekuasaan kaum muslimin dengan cara menginfiltrasi ajaran Islam dengan ajaran Majusi dan Yahudi. Dan rencana lain mereka adalah pembunuhan Umar bin Khattab yang telah menggulung Kekaisaran Persia. Hal itulah yang menjadikan Syiah benar-benar benci kepada Umar bin Khattab. Sampai-sampai pembunuhnya (Abu Lu’luah) dipanggil ‘Bapak Pembela Agama’
            Sementara itu, pasca runtuhnya Persia, salah seorang puteri kaisar terakhir mereka, yaitu Yazdegerd III menjadi tawanan kaum muslimin. Lalu akhirnya sang puteri dinikahkan dengan Husain bin Ali bin Abi Thalib. Maka, karena ini jugalah mereka begitu fanatik dan cenderung ‘mendewakan’ Husain bin Ali. Karena Husain memiliki keturunan dari putri Sassania yang mereka anggap keramat.
            Karena itulah, mengapa Syiah terpusat di Iran. Karena memang Syiah adalah agama yang mewarisi dendam Kekaisaran Persia terhadap Islam. Sebuah ajaran rasisme antara Persia dan Arab serta kaum muslimin
            Wallahu a’lam.          

Artikel Terkait



3 komentar:

  • Menarik,,, ajaran islam tiap negara punya sedikit perbedaan, seperti syiah pada iran. Atau ritual-ritual islami di indonesia yang bercampur dengan kebudayaan hindu-buddha

  • Mey Darisman

    Syiah tidak membenci umar...islam sedang dguncang di adu domba supaya rapuh.jgn terbawa permainan musuh...indonesia juga dulu penganut hindu,budha..arab penyembah berhala...apakah ada yg tau orang indonesia pura pura masuk islam?

  • Mey Darisman

    Syiah tidak membenci umar...islam sedang dguncang di adu domba supaya rapuh.jgn terbawa permainan musuh...indonesia juga dulu penganut hindu,budha..arab penyembah berhala...apakah ada yg tau orang indonesia pura pura masuk islam?

  • Poskan Komentar