Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum Dia menguji mereka. Barangsiapa yang ridha niscaya ia akan mendapatkan ridha-Nya. Barangsiapa kesal dan benci niscaya ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya-HR. Tirmidzi-
Kini, mari kita sejenak menengok sejarah kita di belakang. Kita mundur kembali ke masa Daulah Bani Umayyah. Saat itu hiduplah seorang lelaki yang tinggal di Bashrah. Ia merupakan salah satu komandan perang bawahan Ubaidillah bin Ziyad (gubernur Kufah dan Bashrah). Suatu hari lelaki itu jatuh dari atap rumahnya hingga menyebabkan kedua kakinya patah. Tak ayal, hal itu merupakan musibah yang berat bagi sang komandan. Bayangkan, sebelumnya ia adalah seorang komandan perang yang gagah perkasa, namun dalam sekejap berubah menjadi seorang yang bahkan berdiri saja tidak bisa.
Maka Abu Qilabah datang untuk menjenguknya, ia berkata pada sang komandan, “Aku berharap semoga engkau mendapatkan kebaikan.” Ia menjawab, “Wahai Abu Qilabah, kebaikan apa yang didapatkan dari dua kakiku yang patah semua?” Abu Qilabah menjawab, “Apa yang tertutupi dari dosa-dosamu jumlahnya akan lebih banyak.”



