Penjelasan Ayat Kontradiktif tentang Takdir dan Keburukan

24 Desember 2010 0 komentar
Pertanyaan:
            Allah berfirman,
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”
(QS At-Taubah: 51)
            Apakah keburukan yang menimpa kita telah ditetapkan oleh Allah? Jika jawabannya iya, maka apa maksud firman Allah,
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri...
(QS An-Nisaa: 79)

Biografi Syaikh Ibnu Utsaimin

23 Desember 2010 0 komentar

Ketahuilah, sesungguhnya harapan yang terpuji tidaklah ada kecuali bagi orang yang beramal dengan ketaatan kepada Allah dan mengharapkan pahala atasnya, atau orang yang bertaubat dari kemaksiatannya dan mengharapkan taubatnya diterima. Adapun harapan semata yang tidak diiringi dengan amalan, maka itu adalah ghurur/ketertipuan dan angan-angan yang tercela
-Syaikh Ibnu Utsaimin-
Sebenarnya, kita sering mendengar nama Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin sebagai salah satu ulama tersohor di abad ini. Meskipun beliau sudah wafat, namun karya-karya beliau tetap otentik dan dipertahankan hingga sekarang sebagai rujukan dalam ilmu Islam (terutama fiqh).
Siapa sebenarnya beliau? Mengapa nama beliau tetap dikenal dan karya-karya beliau begitu banyak dijadikan rujukan? Bagaimana latar belakang beliau? Bagaimana pendidikan beliau hingga menjadi salah satu ulama terbesar abad ini? Dari mana saja ia menuntut ilmu?

Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin: Hukum Merayakan Hari Ibu

22 Desember 2010 2 komentar
Pertanyaan:
Kebiasaan kami, pada setiap tahun merayakan hari khusus yang disebut dengan istilah hari ibu, yaitu pada tanggal 22 Desember. Pada hari itu banyak orang yang merayakannya. Apakah ini halal atau haram. Dan apakah kita harus pula merayakannya dan memberikan hadiah-hadiah?
Jawaban:
Semua perayaan yang bertentangan dengan hari raya yang disyari'atkan adalah bid'ah dan tidak pernah dikenal pada masa para salafus shalih. Bisa jadi perayaan itu bermula dari non muslim, jika demikian, maka di samping itu bid'ah, juga berarti tasyabbuh (menyerupai) musuh-musuh Allah Subhanahu Wa Ta'ala . Hari raya-hari raya yang disyari'atkan telah diketahui oleh kaum muslimin, yaitu Idul Fithri dan Idul Adha serta hari raya mingguan (hari Jum'at). Selain yang tiga ini tidak ada hari raya lain dalam Islam. Semua hari raya selain itu ditolak kepada pelakunya dan batil dalam hukum syariat Allah Subhanahu Wa Ta'ala berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ,