Macam-macam Cinta

19 Desember 2010 0 komentar
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
-Hamka-
Cinta? Mau membicarakan tentang apa? Kisah cinta sinetron? Kisah cinta romantis dan dramatis? Atau happy ending? Tenang, cinta itu sangatlah luas. Sementara itu, bila cinta hanya dibatasi dengan cinta yang sering kita temui dalam roman picisan, maka hal itu tentu saja sebuah kesalahan yang besar. Karena dengan itu berarti cinta itu adalah ibadah kepada hawa nafsu. Na’udzubillahi min dzalik! 
            Pembatasan mengenai cinta itu benar-benar sebuah kesalahan fatal. Karena itu berarti bahwa pandangannya sempit dan hanya dari satu sisi. Bisa dari sisi sinetron, sisi roman picisan, atau sisi puteri Disney. Pernahkah kita berpikir bagaimana melihat cinta itu dari seluruh sisi sehingga kita bisa memahaminya secara sempurna? Karena pemahaman kebanyakan orang mengenai cinta di zaman sekarang begitu dangkal. Lalu, apa solusinya?

Membangun Identitas Peradaban

12 Desember 2010 0 komentar
Bukankah sebagai seorang muslim, maka kita harus memiliki sebuah identitas? Layaknya seorang pelajar yang tengah menghadapi ujian nasional. Apabila ia tidak memiliki tanda pengenal, kartu peserta, atau suatu hal yang menunjukkan identitasnya, maka apa yang terjadi? Bisa jadi pelajar itu tidak bisa mengikuti ujian nasional, minimal akan dipersulit.
            Begitu pula dengan kita, kaum muslimin. Sesungguhnya kita hidup di dunia ini adalah ujian. Dan apabila kita hidup tanpa suatu tujuan yang jelas, tanpa sebuah identitas yang menunjukkan “siapa kita, siapa mereka” di mata Allah dan di hadapan seluruh makhluk, maka apakah kita akan meraih sebuah hasil yang memuaskan? Hasil dari perjuangan, ibadah, dan kerja keras kita di dunia seumur hidup kita. Maka apakah kita mau nanti menjadi orang yang merugi? Na’udzubillah min dzalik.

Cinta dan Nikmatnya Dunia

23 November 2010 0 komentar

            Sebenarnya, mengapa banyak orang merasa nikmat ketika sedang jatuh cinta? Bahkan entah sudah berapa banyak lagu dan lirik picisan yang dibuat untuk menggambarkan indahnya percintaan itu. Cinta saat ini sudah banyak dipuja, terutama oleh kawula muda.
            Namun, rupanya keindahan cinta yang mereka lihat itu hanya sedikit yang mampu menjabarkan keindahan cinta tersebut. Keindahan yang mereka gambarkan hanyalah keindahan semu yang hampir disuguhkan di tiap roman picisan. Sebenarnya, apa esensi dari keindahan cinta tersebut? Dan bagaimana mewujudkan keindahan cinta itu dalam kenyataan hidup yang kita lalui?